SUMENEP — Kejanggalan dalam pengisian BBM bersubsidi kembali memicu kegeraman warga di SPBU 54.694.03, Jalan Raya Sumenep-Pamekasan, Desa Gedungan Barat, Kecamatan Batuan. Warga yang ingin mengisi Pertalite tanpa bercode dipersulit, sementara pengisian menggunakan jerigen secara besar-besaran justru berlangsung bebas tanpa pengawasan.
Kejadian ini terjadi pada memuncak ketika petugas SPBU, setelah terjadi perdebatan karena ketidakadilan, melayani mobil yang kehabisan Pertalite di lokasi, menimbulkan kesan ada perlakuan khusus bagi pihak tertentu.
Fenomena ini memantik kemarahan warga yang merasa dirugikan. Beberapa di antaranya menyatakan akan menyisir SPBU lain di Sumenep sebagai bentuk protes terhadap praktik yang dianggap tidak adil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan di tempat yang sama, beberapa waktu lalu, pantauan media menunjukkan bahwa jerigen-jerigen yang diisi BBM bersubsidi jenis Solar sering ditutup rapat dengan terpal, seakan menutupi aktivitas yang tidak wajar. Sementara itu, nelayan dan masyarakat setempat justru kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi dengan harga wajar.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang penegakan hukum di daerah, karena praktik yang terindikasi terorganisir tampak berjalan tanpa hambatan. Petugas SPBU bahkan terlihat akrab dengan pengguna jerigen, memperkuat dugaan adanya perlakuan istimewa dan pelanggaran aturan BBM bersubsidi.
Di sisi lain, warga setempat menilai aparat penegak hukum kurang hadir di lapangan, sehingga membuat kepercayaan publik terhadap penegakan hukum menurun.
Ali, warga setempat menegaskan, jika kondisi ini terus berlanjut, aparat pusat perlu turun tangan agar mafia BBM bersubsidi tidak merajalela.
Sementara itu, Satgas Gakkum Tipidter Bareskrim Polri, Kompol Wediard Fernandes, S.H, S.IK, M., yang dikonfirmasi melalui WhatsApp, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan respons.
Media ini dan tim akan menindaklanjuti kasus ini dengan melaporkan secara resmi ke Mabes Polri, melampirkan bukti dokumentasi dan data pihak-pihak yang diduga terlibat, agar praktik pengisian BBM bersubsidi secara tidak wajar di Sumenep menjadi perhatian serius aparat pusat.
Penulis : Redaksi







