PROBOLINGGO — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita di Desa Sekarkare, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, kembali menjadi sorotan tajam warga.
Menu yang seharusnya memenuhi standar gizi seimbang dinilai jauh dari harapan: hanya berupa jajanan kering, sepotong roti, dua pisang, dan susu kemasan, tanpa protein, sayur, atau nutrisi penting lainnya.
Sejumlah ibu rumah tangga mengungkapkan kekhawatiran mereka di kediaman saudara Solihin, Senin (23/2/2026).
“Kami berharap anak-anak mendapat makanan yang benar-benar bergizi untuk tumbuh kembangnya. Tapi yang diterima hanya jajan kering. Kalau anggarannya belasan ribu per porsi, seharusnya bisa lebih layak,” ujar salah satu warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program MBG seharusnya memastikan balita memperoleh karbohidrat, protein hewani dan nabati, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Namun, menu saat ini dinilai minim protein dan serat, sehingga tidak memenuhi standar gizi seimbang yang krusial untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak.
Warga mempertanyakan kesesuaian antara anggaran yang dikabarkan cukup besar dengan kualitas makanan yang diterima. Transparansi menjadi sorotan utama.
“Kalau memang ada standar menu dari pusat, harusnya dijalankan. Jangan sampai program ini hanya bagus di atas kertas,” tegas seorang warga.
Beberapa pihak mendesak evaluasi menyeluruh dan audit terhadap pengelola atau vendor penyedia makanan. Tanpa langkah ini, kualitas program bisa terus menurun dan merugikan anak-anak sebagai penerima manfaat utama.
Di sisi lain, pihak desa maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat perlu memberikan klarifikasi. Bisa jadi ada kendala pasokan bahan pangan atau administratif yang memengaruhi komposisi menu. Namun, tanpa penjelasan resmi, spekulasi akan terus merebak dan kepercayaan publik menurun.
Program MBG seharusnya menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia. Kritik warga bukan sekadar keluhan, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan anak-anak. Setiap rupiah anggaran publik harus kembali dalam bentuk manfaat nyata.
Tim media akan terus mengawal perkembangan persoalan ini, menuntut akuntabilitas penuh agar program MBG benar-benar memberi gizi optimal bagi balita di Desa Sekarkare.
Penulis : Moch Solihin








