Belum Lama Rampung, Jalan Beton PISEW Sampang Bernilai Rp 500 Juta Sudah Rusak dan Retak

Minggu, 5 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baru seumur jagung, jalan beton program PISEW di Sampang sudah retak—kualitas pekerjaan dipertanyakan.

Baru seumur jagung, jalan beton program PISEW di Sampang sudah retak—kualitas pekerjaan dipertanyakan.

SAMPANG, Detikzone.id — Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada tahun 2025 menggelontorkan anggaran dari APBN untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sampang. Salah satunya melalui program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang menyasar Desa Taman dan Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh, berupa proyek fisik jalan rabat beton.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan tersebut berada di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jawa Timur, melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah I Provinsi Jawa Timur.

Dalam papan proyek tercantum bahwa pekerjaan yang dilaksanakan berupa pembangunan jalan perkerasan beton dengan skema swakelola tipe IV. Proyek ini melibatkan Kelompok Kerja Sama Antar Desa (KKAD) PISEW Koncang Jaya sebagai pelaksana. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp500.000.000.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, proyek yang baru rampung sekitar tiga bulan lalu itu justru menuai sorotan publik. Alih-alih menghadirkan infrastruktur yang kokoh dan berkualitas, kondisi di lapangan menunjukkan sebaliknya.

Pantauan di lokasi, Jumat (03/4/2026), jalan rabat beton yang menghubungkan Desa Taman dan Desa Sreseh tersebut sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik. Retakan tampak memanjang dari sisi hingga ke bagian tengah konstruksi, memunculkan dugaan lemahnya mutu pekerjaan sejak awal.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kualitas beton maupun proses pelaksanaan proyek yang diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis).

Ironisnya, warga sekitar menyebut kerusakan itu sudah muncul tidak lama setelah proyek selesai dikerjakan, bahkan hanya berselang sekitar satu bulan. Hingga kini, belum terlihat adanya perbaikan.

“Retaknya itu satu bulan setelah selesai pekerjaan, sampai sekarang belum diperbaiki. Ketua kelompoknya Pak Jamali dari Desa Taman,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sumber lain juga menguatkan bahwa pelaksana kegiatan tersebut adalah seorang pria berinisial MJ atau Moh. Jamali.

“Itu ketua kelompoknya Moh Jamali, orang Desa Taman,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KKAD PISEW Koncang Jaya, Moh. Jamali, belum memberikan keterangan resmi terkait kerusakan proyek jalan rabat beton tersebut. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon telah dilakukan, namun hingga berita ini diturunkan belum mendapat respons.

Kondisi ini memperkuat dugaan adanya persoalan dalam kualitas pelaksanaan proyek yang bersumber dari anggaran negara. Padahal, program PISEW diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan dini ini berpotensi merugikan masyarakat serta mencederai tujuan utama pembangunan infrastruktur pedesaan.

Penulis : A. Junaidi

Berita Terkait

Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi
Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa
Pusaran Gelap Pita Cukai Madura: Dugaan Pelanggaran Sistemik Seret PR HJS Mdr Pamekasan, KPK Dalami Jejak Skandal
Janji Busuk Pihak BTN Sumenep, Sertifikat Atas Nama Nasabah Hingga Kini Tak Diberikan Meski Rumah Lunas 4 Bulan Lalu
Sudah Kelewat Batas! Sertifikat KPR BTN Sumenep Tertahan 4 Bulan Meski Sudah Lunas
Polres Sampang Bongkar Jaringan Narkoba, Bandar Sabu 3 Kg Diciduk
Blak-blakan di KPK, Pengusaha Tembakau Pamekasan Haji Her: Saya Jawab Apa Adanya, Orang Madura Tak Berbelit-belit
Kooperatif saat Klarifikasi di KPK, Pengusaha Tembakau Pamekasan Haji Her Pastikan Tak Punya Kaitan dengan Kasus Cukai

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 14:18 WIB

Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi

Senin, 13 April 2026 - 12:29 WIB

Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa

Minggu, 12 April 2026 - 20:14 WIB

Pusaran Gelap Pita Cukai Madura: Dugaan Pelanggaran Sistemik Seret PR HJS Mdr Pamekasan, KPK Dalami Jejak Skandal

Sabtu, 11 April 2026 - 16:48 WIB

Janji Busuk Pihak BTN Sumenep, Sertifikat Atas Nama Nasabah Hingga Kini Tak Diberikan Meski Rumah Lunas 4 Bulan Lalu

Jumat, 10 April 2026 - 21:20 WIB

Sudah Kelewat Batas! Sertifikat KPR BTN Sumenep Tertahan 4 Bulan Meski Sudah Lunas

Berita Terbaru