Bos Sanjaya Kediri Klarifikasi Video Viral: Sebut Konten Dipotong, Bantah Tuduhan Netizen

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI – Polemik video viral yang menyeret nama Bos Sanjaya akhirnya mendapat klarifikasi langsung. Dalam konferensi pers yang digelar di markasnya di Desa Sidorejo, Pare, Kabupaten Kediri, Senin (06/04), Bos Sanjaya angkat bicara terkait potongan video yang beredar luas di TikTok dan Facebook.

Dengan nada tegas namun tetap tenang, ia menyampaikan bahwa banyak video yang beredar telah dipotong-potong sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Akibatnya, dirinya menjadi sasaran hujatan dari netizen.

“Banyak video yang beredar itu tidak utuh. Dipotong-potong sehingga seolah-olah saya bersalah. Padahal saya tidak punya niat buruk terhadap siapapun,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, tujuan sebenarnya hanya untuk meluruskan video yang melibatkan sosok Rudi Gareng, yang menurutnya telah disalahartikan akibat potongan-potongan yang tidak lengkap.

Bos Sanjaya juga menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan resepsi pernikahan putra tercintanya yang berlangsung meriah dan penuh kebahagiaan, serta dihadiri ribuan tamu undangan.

Terkait sorotan publik terhadap puluhan karangan bunga yang menghiasi acara tersebut, termasuk yang disebut berasal dari Presiden Prabowo Subianto, ia memastikan bahwa seluruh karangan bunga tersebut benar adanya dan berasal dari relasi bisnis serta jaringan politiknya. Klarifikasi itu, kata dia, juga telah disampaikan melalui media sosial pribadinya.

Menanggapi kritik netizen terkait gaya bicaranya yang dinilai kurang beretika dan tidak menghargai sosok Niken Salindri, Bos Sanjaya memberikan penjelasan yang cukup terbuka. Ia mengaku terbiasa menggunakan bahasa “embongan”, bahasa keseharian yang ia pelajari sejak lama saat bergaul dengan sopir bus dan truk.
“Saya ini diajari hidup di jalan, bawa bus, bawa truk. Bahasa saya ya bahasa embongan. Bukan bahasa elit yang terdengar berwibawa,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa gaya bicara tersebut bukanlah bentuk ketidaksopanan, melainkan bagian dari latar belakang kehidupan dan lingkungan sosialnya.

Di akhir pernyataannya, Bos Sanjaya menyampaikan sebuah perumpamaan yang mencerminkan situasi yang sedang ia hadapi saat ini.

“Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menerpa,” ujarnya. Sebuah ungkapan yang menggambarkan bahwa semakin besar kesuksesan seseorang, maka semakin besar pula ujian, kritik, dan bahkan fitnah yang datang menghampiri.

Kasus ini pun menjadi pelajaran bagi publik agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama di era digital di mana potongan video dapat dengan mudah membentuk opini yang belum tentu utuh kebenarannya.

Penulis : Purwasis

Berita Terkait

Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar
LSM RATU Akan Demo Soal Perizinan Soto Mantenan, Kuasa Hukum Tegaskan Izin Usaha Lengkap dan Taat Pajak
PH Soto Mantenan Buka Suara Terkait Somasi Merek, Perizinan Usaha, hingga Keberatan Pemberitaan
Tertipu Pengacara Gadungan, Wanita asal Jombang Rugi Rp97,5 Juta dan Lapor Polisi
LSM RATU Soroti Legalitas PBG dan SLF Soto Mantenan Kediri, Netizen Merekat Sorotan Merek
Gagal Nyalip, Truk Hantam Pemotor Asal Sumenep Wail Hingga Tewas di Jalur Bojonegoro-Babat
Polsek Kangean Ungkap Dugaan Pencabulan Anak di Arjasa, Pria 43 Tahun Diamankan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:05 WIB

LSM RATU Akan Demo Soal Perizinan Soto Mantenan, Kuasa Hukum Tegaskan Izin Usaha Lengkap dan Taat Pajak

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:33 WIB

PH Soto Mantenan Buka Suara Terkait Somasi Merek, Perizinan Usaha, hingga Keberatan Pemberitaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Tertipu Pengacara Gadungan, Wanita asal Jombang Rugi Rp97,5 Juta dan Lapor Polisi

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB