KEDIRI, detikzone.id – Gelombang kekecewaan terhadap janji politik yang tak kunjung ditepati oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, kembali mencuat ke permukaan.
Kali ini, warga Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, yang merasa terdampak langsung dari aktivitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA), menjadi sorotan setelah sebuah video viral diunggah oleh akun TikTok pribadi @lingku56 pada Sabtu malam (26/7/2025).
Video tersebut merupakan tanggapan atas komentar salah satu netizen dengan akun @joyosetiawan8 yang menulis: “Warga Kediri kabeh kecewa karo Walikota Kediri sing saiki.” (Seluruh warga Kediri kecewa dengan Wali Kota Kediri yang sekarang).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, dalam video itu, @lingku56 justru memberikan pandangan berbeda. Ia menegaskan bahwa tidak semua warga merasa kecewa terhadap kepemimpinan Vinanda Prameswati. Menurutnya, kekecewaan muncul dari mereka yang merasa janji politik tak ditepati, bukan dari seluruh warga.
“Saya yakin tidak semua warga Kota Kediri kecewa sama Mbak Wali. Mungkin mereka yang merasa dijanjikan tapi tidak ditepati, itu yang kecewa. Saya pribadi bukan orang politik, saya hanya warga biasa. Tapi kenapa saya bersuara? Karena saya merasa terdampak dan saya yakin ini adalah hak kami untuk mendapatkan kompensasi dari dampak negatif sampah yang ditimbulkan TPA,” jelasnya.
Ia juga menyoroti soal tidak adanya tanggapan dari pihak Pemerintah Kota Kediri, khususnya dari Wali Kota Vinanda, terkait janji pemberian uang kompensasi sebesar Rp2 juta kepada warga yang terdampak. Janji tersebut menurutnya diutarakan secara eksplisit saat masa kampanye Pilkada lalu.
“Karena nggak ada tanggapan dari Mbak walinya sendiri mengenai yang 2 juta yang dijanjikan maka kami sepakat untuk warga pojok itu akan mengadakan aksi damai. Kami warga Kelurahan pojok yang merasa terdampak negatif langsung dari TPA yang hingga saat ini belum mendapatkan hak kami berupa kompensasi dari dampak negatif TPA, sesuai dengan janji politik walikota Kediri pada saat kampanye yang tidak sesuai dengan kenyataan,” imbuhnya.
Rencana aksi damai pun telah dirumuskan oleh warga. Aksi tersebut akan digelar pada Senin, 28 Juli 2025, pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Kantor Pemerintah Kota Kediri, Jalan Basuki Rahmat No.15.
Aksi ini akan dikoordinir oleh tiga tokoh warga, yakni: Agung Prasetyo, Edi Purnawan dan Ivan Susanto.
Mereka menegaskan bahwa aksi akan berlangsung damai, tertib, dan terbuka bagi siapa saja yang ingin memberikan dukungan terhadap perjuangan warga Kelurahan Pojok.
Dalam video viral sebelumnya, ratusan warga mengaku telah lama bersabar menanti janji politik itu ditepati. Mereka menyebut kondisi lingkungan di sekitar TPA sangat memprihatinkan. Bau busuk, pencemaran air dan udara, serta dampak sosial lainnya telah lama dirasakan oleh warga sekitar. Namun, hingga kini, belum ada realisasi dari janji kompensasi yang sempat menjadi komitmen kampanye Vinanda Prameswati.
“Kalau tidak dua juta rupiah, kita demo mbak Walikota (Vinanda Prameswati -red) di balaikota Kediri,” teriakan sejumlah warga terdampak TPA Pojok.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Kediri maupun Wali Kota Vinanda Prameswati mengenai tanggapan terhadap rencana aksi warga dan tuntutan kompensasi tersebut.
Video dan rencana aksi damai ini kini ramai dibagikan di berbagai platform media sosial dan grup percakapan warga Kediri. Isu ini pun diprediksi akan terus menjadi perhatian publik, terlebih jika Pemkot tidak segera mengambil langkah konkret untuk menanggapi keluhan warga yang merasa telah dikhianati oleh janji politik pemimpinnya sendiri.
Penulis : Bimo







