Tragedi Situbondo: Saksi Ungkap Detik-Detik Penemuan Satu Keluarga Tewas Bersimbah Darah

Minggu, 28 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situbondo, Detikzone.id– Sebuah peristiwa tragis mengguncang Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo.

Tiga anggota satu keluarga ditemukan tewas di rumah mereka pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 07.00 WIB. Semua korban mengalami luka sayatan pada bagian leher.

Ketiga korban masing-masing berinisial H (58), S (38), dan N (20). H dan S merupakan pasangan suami istri siri, sementara N adalah anak dari S atau anak tiri H.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Abdur (60), orang tua korban S, menjadi saksi pertama yang menemukan kejadian tragis itu.

Ia awalnya hendak mengantarkan tempe pesanan korban pada pagi hari.

“Saya datang sekitar jam tujuh pagi mau ngantar tempe. Saya ketuk pintu depan tapi tidak ada jawaban,” ujar Abdur.

Karena tidak mendapat jawaban, Abdur masuk melalui pintu samping yang tidak terkunci. Setelah menaruh tempe di meja dapur, ia keluar kembali.

Namun, sekitar 30 menit kemudian, kecurigaan Abdur membuatnya masuk kembali. Saat menengok ke kamar mandi, ia mendapati H dalam kondisi bersimbah darah. Panik, ia mencari S dan N, dan mendapati keduanya juga telah meninggal dunia di dalam kamar.

“Saya angkat ibunya dulu, tapi sudah tidak bernapas. Anaknya juga sama. Setelah itu saya langsung lapor ke kepala dusun,” kata Abdur.

Petugas Polsek Besuki yang dipimpin Kapolsek AKP Febry Hermawan segera melakukan olah TKP dan mengamankan lokasi. Aipda Joni, Kanit Intelkam Polsek Besuki, menyebutkan bahwa seluruh jenazah mengalami luka serius di bagian leher.

Ketiga jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo untuk dilakukan otopsi, sementara polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti guna memastikan penyebab kematian.

Masyarakat diminta tidak berspekulasi, meski rumor sementara berkembang bahwa H diduga menghabisi nyawa istrinya dan anak tirinya sebelum mengakhiri hidupnya sendiri. Dugaan ini masih menunggu hasil resmi penyelidikan.

Informasi lain dari media sosial menyebutkan bahwa H dan S kerap cekcok rumah tangga, diduga dipicu masalah utang dan tekanan finansial. Polisi memastikan seluruh proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan transparan.

Penulis : Anton

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru