Skandal Peredaran Rokok Ilegal Newcastle Milik Haji UM Maddis Pamekasan Seolah Dibiarkan Bebas Merajalela oleh BC Madura

Sabtu, 13 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOLASE FOTO. Kepala Kantor Bea Cukai Madura Novian Dermawan dan rokok ilegal merk Newcastle yang ditengarai bersarang di Kabupaten Pamekasan milik UM yang merupakan wilayah hukumnya

KOLASE FOTO. Kepala Kantor Bea Cukai Madura Novian Dermawan dan rokok ilegal merk Newcastle yang ditengarai bersarang di Kabupaten Pamekasan milik UM yang merupakan wilayah hukumnya

MADURA – Publik kian geram dengan kinerja Bea Cukai (BC) Madura yang dinilai hanya gagah di jargon, namun ompong dalam tindakan. Di tengah gembar-gembor pemberantasan rokok ilegal, justru merek Newcastle diduga milik haji UM, Maddis, Pamoroh, Kabupaten Pamekasan bebas berkeliaran seolah tanpa sentuhan hukum.

Sabtu (13/9/2025), tim Detikzone.id menemukan fakta mencengangkan. Rokok ilegal Newcastle yang beredar di bawah bendera Boshindo Group dengan empat varian rasa, dijual murah hanya Rp10 ribu per bungkus, tanpa pita cukai peredarannya dilakukan secara terang-terangan, dari warung kecil hingga toko grosir.

“Rokok Newcastle ini jelas-jelas bodong, tak ada pita cukainya, tapi tetap beredar bebas. Rokok tersebut milik UM Maddis Pamekasan,” ujar  sumber.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran rokok ilegal ini tak hanya merugikan negara miliaran rupiah, tapi juga merusak tatanan hukum.

Celakanya, Kepala Bea Cukai Madura Novian Dermawan terkesan bungkam. Upaya konfirmasi yang dilakukan Jurnalis Indonesia pun tidak membuahkan hasil.

Fenomena ini semakin menegaskan dugaan publik bahwa aparat “main mata” dengan para bandar. “Kalau aparat serius, tak mungkin rokok ilegal bisa beredar sedemikian bebasnya. Pertanyaannya, siapa yang melindungi?” sindir pengamat lokal.

UM, yang ditengarai sebagai bos besar di balik peredaran Newcastle, juga memilih bungkam. Sementara di lapangan, distribusi rokok ilegal ini terus merajalela, bahkan disebut merambah hingga Sumenep.

Masyarakat pun mulai bersuara lantang. Mereka menilai Bea Cukai Madura hanya sibuk dengan pencitraan, tetapi mandul dalam tindakan nyata.

“Kalau aparat benar-benar punya nyali, harusnya UM ditindak tegas, bukan malah dibiarkan jadi raja kecil,” tambah sumber lain yang merupakan warga setempat.

Tim investigasi  Detikzone  berkomitmen terus mengawal kasus ini hingga tuntas, demi membuka mata publik atas “borok” penegakan hukum yang selama ini dibungkus dengan retorika semu.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Motor Petani Raib dari Garasi, Polisi Sumenep Berhasil Amankan Pelaku
Aksi Pencurian Rombong Jagung di Sumenep Terekam CCTV, Pelaku Diciduk di Pamekasan
Satresnarkoba Polresta Sumenep Bongkar Peredaran Sabu 81,53 Gram
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan 102 Botol Miras dari Dua Lokasi
GP Ansor Rubaru Sumenep Desak Penanganan Serius Dugaan Kekerasan Seksual Anak
Satreskrim Polresta Sumenep Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pria 41 Tahun Ditahan
Yakuza Maneges Pusat Kediri Gandeng Pemdes Tarokan Tebar Ribuan Benih Ikan dan Sembako di Waduk Guworejo
Misteri Mayat Terbakar di Batang-Batang Simenep: Korban Perempuan 70 Tahun, Polisi Olah TKP

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 12:14 WIB

Motor Petani Raib dari Garasi, Polisi Sumenep Berhasil Amankan Pelaku

Kamis, 3 September 2026 - 11:59 WIB

Aksi Pencurian Rombong Jagung di Sumenep Terekam CCTV, Pelaku Diciduk di Pamekasan

Kamis, 3 September 2026 - 11:53 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Bongkar Peredaran Sabu 81,53 Gram

Rabu, 2 September 2026 - 22:43 WIB

GP Ansor Rubaru Sumenep Desak Penanganan Serius Dugaan Kekerasan Seksual Anak

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Satreskrim Polresta Sumenep Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pria 41 Tahun Ditahan

Berita Terbaru