Bos Rokok Bodong ST16MA Kebal Hukum, Warga Pamekasan Sindir Bea Cukai Cuma Diam

Senin, 27 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN —Industri rokok ilegal di Madura kembali menjadi sorotan tajam publik. Setelah berbagai merek bodong bermunculan, kini giliran ST16MA yang diduga kuat milik seorang pengusaha berpengaruh asal Pamekasan, Haji Sehri, mencuat sebagai simbol baru “kebal hukum”.

Produk rokok ilegal ini beredar luas di pasaran dengan lima varian, Blueberry, Mango Boost, Premium, Bold, dan Absolute. Semuanya rokok tersebut tanpa pita cukai sedikit pun di kemasannya.

Meski pelanggaran ini sudah terang-benderang, tidak ada tindakan nyata dari aparat penegak hukum maupun Bea Cukai Madura.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua orang di sini tahu rokok ST16MA tidak bercukai, tapi tetap dijual bebas. Seolah aparat tutup mata,” ujar seorang pedagang di Kecamatan Galis, Senin (27/10/2025).

Rokok tersebut kini mendominasi pasar warung kecil hingga toko eceran di berbagai kecamatan di Pamekasan, Sumenep, Sampang, Bangkalan bahkan hingga ke luar daerah dengan harga yang jauh di bawah produk resmi dan kemasan yang menarik.

ST16MA dengan cepat menembus pasar lokal dan bahkan mulai dikirim ke luar daerah.

Sejumlah pengusaha rokok legal di Madura pun meluapkan kegeraman mereka. Mereka menilai pembiaran terhadap ST16MA mencerminkan ketidakadilan serius dalam penegakan hukum.

“Kami bayar cukai, pajak, dan ikuti aturan. Tapi yang ilegal justru dibiarkan. Ini bentuk diskriminasi dalam hukum,” tegas salah satu pemilik pabrik rokok resmi di Pamekasan.

Dugaan adanya kedekatan antara pemilik ST16MA dengan oknum aparat semakin memperkuat opini publik bahwa jaringan ini dilindungi oleh kekuasaan. Pasalnya, hingga kini belum ada operasi penindakan yang menyentuh pabrik maupun jaringan distribusinya, padahal jejak peredaran produk ini sangat mudah dilacak.

Aktivis Madura, Rafiuddin, menyebut situasi ini sudah melewati batas kewajaran.

“Ini bukan sekadar pelanggaran cukai, tapi bentuk perlawanan terhadap negara. Kalau Bea Cukai Madura tidak mampu menindak, maka Kementerian Keuangan harus turun tangan,” ujarnya tegas.

Menurutnya, keberadaan ST16MA menjadi cermin kegagalan aparat dalam menegakkan hukum di sektor cukai Madura. Di tengah gencarnya kampanye “Gempur Rokok Ilegal”, para bandar besar justru semakin berani beroperasi terang-terangan.

“Kalau situasi ini dibiarkan, negara bukan hanya kehilangan triliunan rupiah, tapi juga kehilangan wibawa hukumnya di hadapan uang dan kekuasaan,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Haji Sehri belum dapat dikonfirmasi, sementara Kepala Bea Cukai Madura juga belum memberikan tanggapan resmi terkait masifnya peredaran rokok ilegal merek ST16MA di sejumlah wilayah Pamekasan dan sekitarnya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Isu “Sapi Raib” BUMDes Paowan Dibantah, Pemdes Tegaskan Penjualan Sudah Sesuai Prosedur
Pamit Cari Sapi, Pria Ini Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Baluran
Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot
Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi
Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa
Pusaran Gelap Pita Cukai Madura: Dugaan Pelanggaran Sistemik Seret PR HJS Mdr Pamekasan, KPK Dalami Jejak Skandal
Janji Busuk Pihak BTN Sumenep, Sertifikat Atas Nama Nasabah Hingga Kini Tak Diberikan Meski Rumah Lunas 4 Bulan Lalu
Sudah Kelewat Batas! Sertifikat KPR BTN Sumenep Tertahan 4 Bulan Meski Sudah Lunas

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Isu “Sapi Raib” BUMDes Paowan Dibantah, Pemdes Tegaskan Penjualan Sudah Sesuai Prosedur

Kamis, 16 April 2026 - 23:07 WIB

Pamit Cari Sapi, Pria Ini Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Baluran

Selasa, 14 April 2026 - 19:03 WIB

Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot

Senin, 13 April 2026 - 14:18 WIB

Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi

Senin, 13 April 2026 - 12:29 WIB

Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa

Berita Terbaru