PROBOLINGGO – Pembangunan gedung kamar mayat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, yang menghabiskan anggaran Rp 1,689 miliar, mengalami keterlambatan dari target semula. RSUD memberikan perpanjangan waktu atau addendum kepada kontraktor CV Diaz Engineering, dengan alasan cuaca.
Direktur RSUD Waluyo Jati, dr. Hj. Yessy Rahmawati, menegaskan bahwa perpanjangan kontrak dilakukan sesuai aturan pengadaan pemerintah, dengan dasar evaluasi teknis dan kebutuhan lapangan, tanpa mengubah nilai kontrak secara sembarangan.
“Perpanjangan diberikan agar pekerjaan sesuai spesifikasi dan laik fungsi. Kamar mayat adalah fasilitas publik sensitif, sehingga pengerjaan harus hati-hati dan tidak tergesa-gesa,” jelas Yessy saat dikonfirmasi Kamis (18/12/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seluruh proses administrasi dilakukan secara tertib, dengan pendampingan teknis dan pengawasan TAPD, konsultan pengawas, serta aparat internal pemerintah.
“Addendum ini masih dalam batas waktu yang diperbolehkan, dan fokus kami adalah menyelesaikan pekerjaan secepat dan sebaik mungkin,” tambahnya.
Namun, alasan cuaca yang disampaikan Direktur RSUD disoroti keras Ketua LSM Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP), Luthfi Hamid. Menurutnya, hujan normal seharusnya sudah masuk perhitungan kontraktor.
“Jika yang terjadi adalah cuaca ekstrem di luar kebiasaan, bisa dikategorikan keadaan kahar. Tapi jika hanya hujan biasa, alasan keterlambatan ini kurang masuk akal. Pihak RSUD dan kontraktor harus menunjukkan bukti mitigasi risiko dan dokumentasi cuaca dari BMKG,” tegas Luthfi.
Keterlambatan proyek ini menimbulkan tanda tanya publik: apakah benar faktor cuaca menjadi penyebab, ataukah ada masalah perencanaan dan pengawasan yang belum tuntas?
Penulis : Redaksi








