Proyek Kamar Mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo Rp 1,6 M Terlambat, Direktur Salahkan Cuaca 

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terlambat! Pembangunan kamar mayat RSUD Waluyo Jati disorot publik

Terlambat! Pembangunan kamar mayat RSUD Waluyo Jati disorot publik

PROBOLINGGO – Pembangunan gedung kamar mayat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, yang menghabiskan anggaran Rp 1,689 miliar, mengalami keterlambatan dari target semula. RSUD memberikan perpanjangan waktu atau addendum kepada kontraktor CV Diaz Engineering, dengan alasan cuaca.

Direktur RSUD Waluyo Jati, dr. Hj. Yessy Rahmawati, menegaskan bahwa perpanjangan kontrak dilakukan sesuai aturan pengadaan pemerintah, dengan dasar evaluasi teknis dan kebutuhan lapangan, tanpa mengubah nilai kontrak secara sembarangan.

“Perpanjangan diberikan agar pekerjaan sesuai spesifikasi dan laik fungsi. Kamar mayat adalah fasilitas publik sensitif, sehingga pengerjaan harus hati-hati dan tidak tergesa-gesa,” jelas Yessy saat dikonfirmasi Kamis (18/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seluruh proses administrasi dilakukan secara tertib, dengan pendampingan teknis dan pengawasan TAPD, konsultan pengawas, serta aparat internal pemerintah.

“Addendum ini masih dalam batas waktu yang diperbolehkan, dan fokus kami adalah menyelesaikan pekerjaan secepat dan sebaik mungkin,” tambahnya.

Namun, alasan cuaca yang disampaikan Direktur RSUD disoroti keras Ketua LSM Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP), Luthfi Hamid. Menurutnya, hujan normal seharusnya sudah masuk perhitungan kontraktor.

“Jika yang terjadi adalah cuaca ekstrem di luar kebiasaan, bisa dikategorikan keadaan kahar. Tapi jika hanya hujan biasa, alasan keterlambatan ini kurang masuk akal. Pihak RSUD dan kontraktor harus menunjukkan bukti mitigasi risiko dan dokumentasi cuaca dari BMKG,” tegas Luthfi.

Keterlambatan proyek ini menimbulkan tanda tanya publik: apakah benar faktor cuaca menjadi penyebab, ataukah ada masalah perencanaan dan pengawasan yang belum tuntas?

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

KPM STIT Aqidah Usymuni Sumenep Gelar Senam dan Layanan Kesehatan Gratis untuk Lansia
Bupati Sumenep Kunjungi Stan Rumah Sakit Modern BHC, Dorong Inovasi Pelayanan Kesehatan Tanpa Henti
Disambut Nyanyian Puluhan Srikandi Dinkes P2KB Sumenep, Bupati Fauzi Saksikan Sederet Inovasi dan Program Pelayanan Kesehatan Unggulan
Bupati Sumenep Tinjau Stan RSUD di MNV 2026, Sapa Ratusan Pengunjung hingga Serahkan Sepeda Gunung kepada Pemenang Undian
Sumenep Bentuk Forpensi, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat untuk Perluas Dukungan Imunisasi
Stand RSUD Sumenep Banjir Hadiah dan Layanan Gratis, dr. Erliyati: Pelayanan Kesehatan Harus Hadir di Tengah Masyarakat
RSUD Sumenep Tampilkan Transformasi Pelayanan Kesehatan di Madura Night Vaganza 2026, Ada Konsultasi Dokter Spesialis Gratis, Cek Kesehatan dan Beragam Layanan Unggulan
Ditengah Himpitan Ekonomi, Pasangan Dhuafa Panaongan Rasakan Manfaat UHC Sumenep, Terharu dengan Pelayanan, Sampaikan Terima Kasih kepada Bupati dan RSUD

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 13:16 WIB

KPM STIT Aqidah Usymuni Sumenep Gelar Senam dan Layanan Kesehatan Gratis untuk Lansia

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Bupati Sumenep Kunjungi Stan Rumah Sakit Modern BHC, Dorong Inovasi Pelayanan Kesehatan Tanpa Henti

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:15 WIB

Disambut Nyanyian Puluhan Srikandi Dinkes P2KB Sumenep, Bupati Fauzi Saksikan Sederet Inovasi dan Program Pelayanan Kesehatan Unggulan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:55 WIB

Bupati Sumenep Tinjau Stan RSUD di MNV 2026, Sapa Ratusan Pengunjung hingga Serahkan Sepeda Gunung kepada Pemenang Undian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:24 WIB

Sumenep Bentuk Forpensi, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat untuk Perluas Dukungan Imunisasi

Berita Terbaru