SITUBONDO, detikzone.id – Pencarian seorang nelayan asal Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, yang dilaporkan hilang saat melaut akhirnya berakhir duka. Setelah sempat dinyatakan hilang dan perahunya ditemukan mengapung tanpa awak di tengah laut, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Pantai Asta, Senin (3/8/2026).
Korban diketahui bernama Sugianto (45), warga Kampung Dami, Desa Jangkar. Ia berangkat melaut seorang diri pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIB menggunakan perahu bernama Teroboss untuk mencari ikan.
Namun hingga siang hari, Sugianto tak kunjung kembali. Sekitar pukul 12.00 WIB, seorang nelayan bernama Hosnan (33) menemukan perahu korban mengapung tanpa awak sekitar 12 mil laut dari bibir Pantai Jangkar.
Di atas perahu masih terdapat telepon genggam milik korban. Temuan tersebut langsung memunculkan kekhawatiran. Hosnan kemudian menarik perahu ke Pantai Agel, sementara kabar hilangnya korban segera menyebar dan memicu pencarian oleh warga serta para nelayan hingga malam hari. Sayangnya, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc., melalui Kasat Polairud AKP Gede Sukarmadiyasa, S.H., M.H., mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan tim SAR gabungan setelah menerima laporan.
Personel Satpolairud Polres Situbondo bersama Ditpolairud Polda Jawa Timur, TNI AL Pos Jangkar, Polsek Jangkar, Koramil Jangkar, BPBD, Tagana, dan unsur terkait lainnya melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban.
Pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Seorang nelayan bernama Suto (52) yang sedang memancing seorang diri menemukan sesosok jenazah mengapung sekitar dua mil laut di utara Pantai Asta.
Melihat tubuh mengambang di laut, Suto segera menghubungi kerabatnya yang berada tidak jauh dari lokasi. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada keluarga korban dan petugas gabungan.
Setelah dilakukan identifikasi, keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Sugianto berdasarkan ciri-ciri fisik serta pakaian yang dikenakan saat berangkat melaut.
Petugas dari Puskesmas Jangkar kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Kasat Polairud AKP Gede Sukarmadiyasa mengimbau seluruh nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut dengan menggunakan jaket pelampung (life jacket) serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat melaut.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Penggunaan life jacket dapat menjadi penyelamat apabila terjadi keadaan darurat di tengah laut,” tegasnya.
Penulis : Anton







