SURABAYA – PW GP Ansor Jawa Timur memberikan apresiasi tinggi kepada Bea Cukai Juanda, Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I, dan Satuan Tugas Pengamanan Pangkalan TNI AL (Satgaspam Lanudal) Juanda atas keberhasilan menggagalkan upaya penyelundupan narkotika melalui Bandara Internasional Juanda.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, menyebut keberhasilan aparat mengungkap penyelundupan metamfetamina dan ekstasi dari luar negeri merupakan bukti nyata hadirnya negara dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman kejahatan narkotika internasional.
“Atas nama keluarga besar PW GP Ansor Jawa Timur, kami menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh aparat yang telah bekerja dengan penuh integritas, profesionalisme, dan keberanian. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa negara tidak boleh kalah terhadap jaringan narkotika internasional yang terus berupaya merusak generasi bangsa,” ujar Musaffa dalam siaran pers, Rabu (5/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, narkotika bukan sekadar persoalan kriminalitas, tetapi ancaman serius terhadap ketahanan nasional. Dampaknya tidak hanya menghancurkan individu, melainkan juga keluarga, masyarakat, produktivitas ekonomi, hingga masa depan bangsa.
Ia menegaskan, setiap upaya penyelundupan yang berhasil digagalkan berarti ribuan anak bangsa terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
“Setiap gram narkotika yang berhasil digagalkan masuk ke Indonesia adalah ribuan anak bangsa yang berhasil diselamatkan. Karena itu, keberhasilan ini patut diapresiasi sebagai bentuk nyata hadirnya negara dalam melindungi rakyatnya,” tegasnya.
PW GP Ansor Jawa Timur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam perang melawan narkotika melalui peningkatan kewaspadaan, edukasi, serta keberanian melaporkan dugaan peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
Sebagai organisasi kepemudaan, GP Ansor menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan TNI, Polri, Bea Cukai, BNN, dan seluruh institusi negara dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika melalui pendidikan, penguatan karakter kebangsaan, serta gerakan sosial hingga tingkat akar rumput.
“Kami percaya bahwa menjaga Indonesia tidak hanya dilakukan di medan perbatasan, tetapi juga dengan menjaga generasi mudanya dari kehancuran akibat narkoba. Melawan narkotika adalah bagian dari jihad kebangsaan, ikhtiar bersama untuk mempertahankan masa depan Indonesia. Tidak boleh ada kompromi terhadap para pelaku dan jaringan pengedar narkotika. Negara harus hadir dengan tindakan yang tegas, terukur, dan berkelanjutan,” pungkas Musaffa.
PW GP Ansor Jawa Timur berharap sinergi antara Bea Cukai, TNI, Polri, BNN, dan seluruh aparat penegak hukum terus diperkuat agar setiap pintu masuk Indonesia semakin kokoh dari ancaman penyelundupan narkotika maupun berbagai bentuk kejahatan lintas negara lainnya.







